Ring ring
facebookPencarian
Beranda . Profil . photo . pesan (1)
pemberitahuan . teman . obrolan (1)
suly balkadaba ingin menjadi teman anda Konfirmasi

sudahkah anda bersyukur?


kiriman untuk:ALLAH DAN RASUL
ORANG YANG MUNGKIN ANDA
KENAL DAN PASTI TERKENAL
suly
terus belajar dan berbenah
untuk menjadi pribadi yang
berdaya guna

<([ PRASASTI EBLA ])>



NAMA PARA NABI TERTULIS DALAM PRASASTI EBLA, 1500 TAHUN LEBIH TUA DARIPADA TAURAT Berasal dari masa sekitar 2500 SM,

prasasti Ebla memberikan
keterangan teramat penting
mengenai sejarah agama-agama.
Sisi terpenting mengenai prasasti
Ebla, yang ditemukan para ahli arkeologi pada tahun 1975 dan
yang sejak itu telah menjadi
pokok bahasan dari banyak
penelitian dan perdebatan,
adalah terdapatnya nama tiga
orang nabi yang disebutkan dalam kitab-kitab suci.


Penemuan prasasti Ebla setelah
ribuan tahun dan informasi yang
dikandungnya sungguh sangat
penting dari sudut pandang
perannya dalam memperjelas letak geografis kaum-kaum yang
disebutkan dalam Al Qur'an.


Sekitar 2500 SM, Ebla adalah
sebuah kerajaan yang meliputi
suatu wilayah yang di dalamnya
termasuk ibukota Syria, Damaskus, dan Turki bagian tenggara. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan di bidang kebudayaan dan ekonominya, namun setelah itu, sebagaimana yang menimpa banyak peradaban besar, menghilang dari panggung sejarah. Tampak dari catatan yang terawetkan tersebut bahwa Kerajaan Ebla merupakan pusat utama kebudayaan dan perdagangan di masanya.


Penduduk Ebla memiliki sebuah peradaban yang
membangun lembaga-lembaga
arsip negara, mendirikan
perpustakaan-perpustakaan dan
mencatat aneka perjanjian perdagangan secara tertulis.


Mereka bahkan memiliki bahasa
mereka sendiri, yang disebut
sebagai Eblaite. Sejarah Agama-Agama Zaman Dahulu Peran penting sesungguhnya Kerajaan Ebla, yang dianggap sebagai sebuah keberhasilan besar bagi arkeologi klasik ketika pertama kali ditemukan di tahun 1975, mengemuka dengan ditemukannya sekitar 20.000
prasasti dan penggalan tulisan
paku.


Naskah ini empat kali lebih
banyak daripada seluruh naskah
bertulisan paku yang diketahui
para arkeolog selama 3.000 tahun terakhir.

Ketika bahasa yang digunakan
dalam prasasti-prasasti tersebut
diterjemahkan oleh seorang
berkebangsaan Italia Giovanni
Pettinato, penerjemah naskah- naskah kuno dari Universitas
Roma, nilai penting prasasti
tersebut semakin dipahami.


Alhasil, penemuan Kerajaan Ebla
dan kumpulan naskah negara
yang luar biasa tersebut tidak hanya menarik perhatian di
bidang arkeologi, tapi juga bagi
kalangan agamawan. Hal ini
dikarenakan selain nama-nama
seperti Mikail (Mi-ka-il) dan
Thalut (Sa-u-lum), yang berperang bersama Nabi Dawud,


prasasti-prasasti ini juga
menuliskan nama-nama nabi yang
disebutkan di dalam tiga kitab
suci: Nabi Ibrahim (Ab-ra-mu),
Nabi Dawud (Da-u-dum) dan Nabi Ismail (Ish-ma-il).


Pentingnya Nama-Nama
yang Disebut dalam
Prasasti Ebla Nama para nabi yang ditemukan dalam prasasti Ebla memiliki nilai teramat penting karena ini adalah kali pertama nama-nama tersebut dijumpai dalam naskah bersejarah setua itu.


Informasi ini, yang berasal dari zaman 1500 tahun sebelum Taurat,
sangatlah mengejutkan.
Kemunculan nama Nabi Ibrahim di
dalam prasasti tersebut
menyatakan secara tertulis bahwa Nabi Ibrahim dan agama
yang dibawanya telah ada
sebelum Taurat.


Para sejarawan mengkaji
prasasti Ebla dari sudut pandang
ini, dan penemuan besar tentang Nabi Ibrahim dan misi yang
diembannya menjadi bahan
penelitian dalam kaitannya
dengan sejarah agama-agama.


David Noel Freedman, arkeolog
dan peneliti Amerika mengenai sejarah agama-agama,
melaporkan berdasarkan
penelitiannya nama-nama nabi
seperti Ibrahim dan Ismail di
dalam prasasti tersebut.


Nama-Nama Lain di dalam
Prasasti Sebagaimana disebutkan di atas, nama-nama yang ada di dalam
prasasti adalah nabi-nabi yang
disebutkan di dalam tiga kitab
suci, dan prasasti tersebut jauh
lebih tua daripada Taurat.


Selain nama-nama ini terdapat pula
hal-hal lain dan nama-nama
tempat di dalam prasasti
tersebut, yang dengannya dapat
diketahui bahwa penduduk Ebla
adalah para pedagang yang sangat berhasil.

Nama Sinai, Gaza dan Yerusalem, yang tidak terlalu jauh letaknya dari Ebla, juga terdapat di dalam tulisan
tersebut, yang menunjukkan
bahwa penduduk Ebla memiliki hubungan yang sangat baik
dengan tempat-tempat tersebut
di bidang perdagangan dan
kebudayaan.


Satu rincian penting yang
diketahui dari prasasti tersebut adalah nama-nama wilayah
seperti Sodom dan Gomorrah,
tempat berdiamnya kaum Luth.
Diketahui bahwa Sodom dan
Gomorrah adalah sebuah wilayah
di pesisir Laut Mati tempat bermukimnya kaum Luth dan
tempat di mana Nabi Luth
mendakwahkan risalahnya dan
menyeru masyarakat untuk
hidup mengikuti nilai-nilai ajaran
agama. Selain dua nama ini, kota Iram, yang tercantum di dalam
ayat-ayat Al Qur'an, juga di
antara yang tersebut di dalam
prasasti Ebla.


Sisi paling penting untuk
dicermati dari nama-nama ini adalah bahwa selain dari naskah-
naskah yang disampaikan oleh
para nabi, nama-nama tersebut
belum pernah muncul di dalam
naskah mana pun sebelumnya.


Ini adalah bukti tertulis penting yang menunjukkan bahwa para
nabi yang medakwahkan risalah
satu agama yang benar di masa
itu telah mencapai wilayah-
wilayah tersebut. Dalam sebuah
tulisan di majalah Reader's Digest, tercatat di masa itu
bahwa terdapat pergantian
agama dari penduduk Ebla
selama masa pemerintahan Raja
Ebrum dan bahwa masyarakat
mulai menambahkan imbuhan di depan nama-nama mereka dalam
rangka meninggikan nama Tuhan
Yang Mahakuasa.


Janji Allah Adalah Benar…
Sejarah Ebla dan prasasti Ebla
yang ditemukan setelah 4.500
tahun sesungguhnya
mengarahkan kepada satu
kebenaran yang teramat
penting:


Allah telah mengirim utusan-utusan kepada penduduk Ebla, sebagaimana yang Dia
lakukan ke setiap kaum, dan
para utusan ini menyeru kaum
mereka kepada agama yang
benar. Sebagian orang memeluk agama yang sampai kepada mereka
sehingga mereka berada di jalan
yang benar, sedangkan yang lain
menentang risalah para nabi dan
lebih memilih kehidupan yang nista.


Tuhan, Penguasa langit
dan bumi, dan segala sesuatu di
antara keduanya, mewahyukan
kenyataan ini dalam Al Qur'an: Dan sungguhnya Kami telah
mengutus rasul pada tiap-
tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-
orang yang diberi petunjuk
oleh Allah dan ada pula di
antaranya orang-orang
yang telah pasti kesesatan
baginya.


Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana
kesudahan orang-orang
yang mendustakan (rasul-
rasul). (QS. An Nahl, 16: 36)


Lihat Artikel Lain
MENU
  • halaman utama
  • terjemah al-Qur'an
  • artikel islami (miracle)
  • paradigma pria
  • paradigma wanita
  • paradigma romansa
  • facebook status via
  • primbon jodoh
  • bila suka wap ini silahkan
    like dan share ke facebook kamu
    Share
    Share
on Facebook | Share on Twitter

    beranda ·  photo ·  Pengaturan
    profil (suly balkadaba)
    Ada masalah? Coba sholat'lah